Berita Bola - Aremania menunjukkan perubahan yang positif di BRI Liga 1 2022/2023 dalam memberi mendukung Arema FC. Tidak ada nyanyian bernada rasis, kata-kata kasar, atau yang menyudutkan tim lain dari tribune Stadion Kanjuruhan.
Beberapa tahun ke belakang, Aremania acap kali menjadi sasaran kritik publik sepak bola Indonesia. Sebab, Aremania dinilai kerap melantunkan nyanyian dengan kata-kata yang tidak tepat.
Namun, itu adalah masa lalu. Aremania tampil dengan wajah berbeda di BRI Liga 1 2022/2023. Tak ada nyanyian rasis atau kata-kata tidak pantas. Aremania kini lebih fokus mendukung tim selama 90 menit.
Laga melawan Persija Jakarta di pekan ke-7 menjadi bukti sahih Aremania sudah berubah. Sepanjang laga, tidak ada nyanyian berbau rasis atau hujatan yang ditujukan pada kelompok suporter lain.
"Memang kita ada komunikasi yang sangat masif. Terutama dari teman-teman Korwil (Koordinator Wilayah). Lalu, kita juga terus bicarakan di grup-grup Aremania dan dengan dirigen setiap tribune," ucap Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali.
Menurut Ghozali, Aremania membangun kesadaran bahwa sepak bola harus bisa dinikmati semua kalangan. Ada banyak anak-anak kecil yang datang ke stadion dan mereka harus mendapat kesan yang positif.
"Selain soal nyanyian rasis, kami juga terus sosialisasi larangan flare dan bom asap. Intinya, kita menghindari hal-hal yang merugikan bagi klub dan juga Aremania itu sendiri," sambung Ghozali.
Mengembalikan Marwah
Aremania terus berproses untuk menjadi lebih baik. Aremania sempat disorot saat menyalakan flare di laga melawan PSS Sleman. Akibat kejadian itu, Arema FC mendapat denda dari Komdis PSSI dengan nilai Rp170 juta.Lalu, Arema FC mendapat denda dengan nilai Rp100 juta akibat flare yang disulut ketika laga tandang melawan Bali United. Ghozali tidak ingin kejadian serupa terulang karena itu merugikan bagi banyak pihak. #sepakbolaindonesia
Namun, lebih dari itu, Ghozali ingin Aremania mengembalikan marwah sebagai salah satu kelompok suporter terbaik yang ada di Indonesia. "Aremania harus kembali menjadi barometer suporter sepak bola nasional," katanya.
Salah satu cara yang ditempuh, kata Ghozali, adalah dengan membuka komunikasi dengan kelompok suporter lain. Aremania siap menyambut kedatangan kelompok suporter lain yang ingin mendukung timnya saat berlaga di Malang.
"Kita terbuka dengan semua suporter yang ingin ke Malang. Silahkan datang. Tentunya, kita juga harus koordinasi dengan pihak keamanan, dengan kepolisian. Karena, kita juga perlu menjaga situasi kondusif yang ada di Malang," kata Ghozali.
Tags
Berita Bola
Info Bola
Sekilas Sepakbola
SekilasberitaBola
Sepakbola
Sepakbola Dunia
Sepakbolaindonesia
